Pada tutorial berikut saya akan membuat mirror dari web server yang saya punya. Pada tutorial ini saya menggunakan Ubuntu 9.04.
Arsitekturnya kira-kira seperti ini :
webserver1 (10.126.19.20) ==> webserver2 (10.126.19.21)
Webserver1 merupakan webserver utama yang akan di-mirror oleh webserver2.
Pada webserver1, kita buat menjadi rsync server.
1.Buatlah file /etc/rsyncd.conf , yang isinya :
uid = root
gid = root
read only = no
hosts allow = 10.126.19.21
max connections = 1
[web]
path = /var/www/
hosts allow merupakan opsi host mana saja yang bisa melakukan mirroring ke rsync server. Dalam kasus ini ip yang akan melakukan mirroring adalah 10.126.19.21, yaitu webserver2.
max connections=1, berarti hanya 1 koneksi saja yang diperbolehkan.
2. Kemudian aktifkan init script di /etc/default/rsync:
RSYNC_ENABLE=true
3. Kemudian jalankan daemon rsync :
/etc/init.d/rsync start
Pada saat restart nanti daemon rsync akan otomatis berjalan.
4. Kemudian pada rsync client, ketikkan perintah ini pada konsol
rsync -va –delete-after 10.126.19.20::web /var/www/
10.126.19.20 adalah ip dimana rsync server berjalan.
5. Supaya perintah ini bisa berjalan secara otomatis, maka kita masukkan perintah ini ke cron.
Ketikkan crontab -e
kemudian tambahkan script berikut
*/5 * * * * /usr/local/bin/rsync rsync -va –delete-after 10.126.19.20::web /var/www/
Dengan ditambahkan script tadi pada cron, maka perintah rsync tadi akan berjalan secara otomatis tiap 5 menit.
Ada sebuah poin penting dari rsync. Yaitu penggunaan akhiran garis miring.
Poin berikut ini perlu benar-benar dipahami oleh pengguna rsync karena seringkali menjebak dan membuat bingung. Tidak seperti shell Unix yang pengampun, rsync membedakan keberadaan garis miring penutup dalam spesifikasi path.
Keberadaan garis miring di akhir path sumber berarti menghindari pembentukan level direktori tambahan. Contoh:
$ rsync -va /home/steven/mirrors/debian /backup/
maka hasilnya adalah /backup/debian karena path sumber tidak diakhiri garis miring. Tapi jika kita menambahkan garis miring:
$ rsync -va /home/steven/mirrors/debian/ /backup/
maka isi dari direktori debian-lah yang akan tersalin ke /backup/ (kemungkinan ini bukan hal yang Anda inginkan, karena direktori /backup/ mungkin saja berisi hal-hal lain). Jika Anda ingin mengganti nama debian di path tujuan, maka sintaks berikut ini yang benar:
$ rsync -va /home/steven/mirrors/debian/ /backup/mirror-debian
Sebagai salah satu patokan yang bisa dipakai, jika Anda ingin mengganti nama direktori di tujuan, gunakan akhiran garis miring. Jika tidak, sebaiknya tidak usah gunakan.
sumber : http://www.erakomputer.com, http://kb.masterwebnet.com


